lampu barbershop
Barbershop

Sejarah & Arti Lampu Barbershop yang Ikonik

Ketika mendengar Barbershop, apa yang kamu bayangkan pertama kali?

Jawabannya bisa beragam, dari tempat cukur pria maupun tempat cukur jenggot dan kumis. Tapi ada satu hal yang ikonik dengan barbershop, yaitu lampu putar berwarna merah, biru, dan putih. Bahkan kebanyakan barbershop selalu memasang tanda ini, sebenarnya apa arti lampu barbershop?

Tanda tersebut rupanya bernama Barber’s Pole yang sekarang digunakan sebagai penanda bagi barbershop maupun pangkas rambut. Sedangkan untuk di indonesia sendiri biasa disebut sebagai lampu barbershop atau tiang barbershop. 

Keberadaan barber’s pole punya sejarah yang panjang sampai akhirnya sekarang dikenal sebagai barbershop. Dahulu, tanda berwarna merah, putih, dan biru digunakan bukan untuk menandai tempat cukur saja, melainkan berkaitan dengan kebutuhan medis. Lalu bagaimana perjalanan barber’s pole dari dulu hingga sekarang?

Sejarah

Sejarah barbershop di zaman pertengahan Eropa atau tepatnya tahun abad 15-16 bukan cuma cukur rambut saja. Saat itu, profesi cukur rambut dan profesi medis juga belum dipisahkan. 

Mengutip dari wikipedia, barbershop punya pelayanan bukan cuma tempat cukur saja, melainkan termasuk tempat bedah hingga cabut gigi. Seiring berjalannya waktu, terdapat aturan baru pada tahun 1163 lewat Council of Tours yang memisahkan pekerjaan cukur dengan profesi medis. 

Tanda Warna Barbershop

Sedangkan warna barbershopnya sendiri muncul karena kebiasaan ahli cukur yang menggantungkan perban. Setiap kali pekerjaan selesai, perban dengan darah pasien yang menempel biasa digantungkan di tiang tempat praktiknya. Selama digantung, perban yang terkena angin membuat perban jadi mengelilingi tiang secara spiral. 

sejarah babershop
sejarah babershop

Singkatnya, arti warna barbershop saat itu diambil dari warna putih yang berarti warna perban dan warna gigi. Lalu warna merah yang menandakan darah pasien. Sedangkan warna biru untuk menandakan bagian tubuh yakni arteri atau bagian vena.

Sementara itu, tanda barbershop juga terdapat yang hanya menggunakan warna merah dan putih. Mengutip dari Quora, pada tahun 1300-an di Inggis, saat itu diberlakukan aturan tukang cukur perlu berstandar ilmu bedah dan yang tidak berstandar. Bagi yang berstandar, memiliki tanda warna merah dan putih di tempat praktiknya. Merah menandakan darah dan putih menandakan perban. 

Barber's pole
Barber’s pole

Penggunaan Lampu Barbershop Sekarang

Setelah profesi cukur dan medis dipisahkan, tanda tersebut jadi diadaptasi oleh profesi cukur rambut untuk menandai tempat cukurnya. Ditambah perkembangan teknologi membuat tanda yang tadinya berasal dari perban menjadi berbentuk lampu.

Pelayanan barbershop sekarang sudah jelas berbeda dengan zaman dahulu. Sekarang, barbershop melayani kebutuhan rambut pria, jenggot, dan kumis. Banyak gaya rambut pria bisa dilayani di tempat satu ini. 

Selain berfungsi sebagai tanda, fungsi barber’s pole atau lampu barbersop juga bertambah jadi bagian eksterior ruangan. Bahkan tak sedikit orang yang sengaja memasang barber’s pole meski tidak membuka tempat cukur rambut.  

Kesimpulan

Setelah mengetahui sejarah arti lampu barbershop atau barber’s pole, rupanya terdapat perbedaan service yang berbeda jauh dengan sekarang. Dibalik warna lampu barbershop sekarang, ternyata warna merah-putih-biru berkaitan dengan darah dan dunia medis. Sedangkan saat ini, tanda yang biasa kamu lihat jadi penanda barbershop sebagai tempat cukur rambut

Sumber: 
  1. Wikipedia
  2. Quora

One thought on “Sejarah & Arti Lampu Barbershop yang Ikonik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *